West Papua

West Papua
Tanah Kelahiranku
Powered By Blogger

Amopa

Ces Gimana Menurut Anda dengan Website Kami..!

Cari Blog Ini

Laman

Sabtu, 27 Maret 2010

Analisi Komponen Kandungan Kimia Pada Buah Merah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Buah merah (Pandanus conoideus Lam) atau yang dikenal luas di Nabire dengan nama Biih Utaa adalah tanaman asli Papua yang tumbuh di dataran rendah (40 m dpl) sampai dataran tinggi (2.000 m dpl). Namun populasi terbanyak terdapat di dataran dengan ketinggian 1.200 hingga 2.000 m dpl. Buah merah biasa tumbuh bergerombol dalam satu area, jarang tumbuh menyendiri. Buah merah tumbuh di daerah dengan suhu di bawah 17 oC dengan curah hujan rata-rata 186 mm per bulan dan jumlah penyinaran matahari 57% dan tekanan udara rata-rata 896 mb. Tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dgn pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 m dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5 sampai 8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah. Kultivar buah berbentuk lonjong dgn kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah maroon terang. Walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yg berbuah berwarna coklat dan coklat-kekuningan. Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya tersebut mendapatkan penghargaan lingkungan hidup Kehati Buah merah sudah secara turun-temurun dikonsumsi oleh masyarakat Papua sebagai penambah energi dan daya tahan tubuh.
Masyarakat tradisional tahu buah merah berkhasiat, tetapi hanya sebagai obat cacing, penyakit kulit,dan menghambat kebutaan. Manfaat lain yang sudah dikenal hanyalah meningkatkan stamina. Buktinya masyarakat pedalaman Papua di Wamena memiliki postur tubuh kekar dan kuat. Buah merah juga menjadi menu sarapan wajib bagi sebagian besar anak sekolah di Puncak Jaya dan pedalaman Nabire. Tujuannya agar kondisi fisik tetap prima saat belajar.
Buah merah memiliki kandungan oksidan tinggi jadi wajar jika buah merah mampu menyembuhkan beragam penyakit. Harga buah merah ini amatlah mahal bahkan buah ini nilainya lebih mahal dari emas , padahal secara turun-temurun buah merah tak lebih dari sekedar bahan pangan masyarakat Papua. Dulu buah merah tak perlu dibeli.Kalaupun dibeli harganya amat murah. Sekarang sekali motret harganya Rp 2 juta.
Setelah diteliti ternyata buah merah terbukti ampuh menggempar HIV/AIDS, kanker,jantung koroner,hepatitis,dan penyakit lainnya . Jika anda membeli buah merah, buah merah ini dapat bertahan lama jika disimpan di dalam kulkas. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika anda mencobanya. Penulis mengangkat tema “Buah Merah si Multikhasiat” untuk mengenalkan, memberikan seputar informasi mengenai buah merah yang mempunyai banyak khasiat kepada masyarakat luar papua.

1.2 Maksud Penelitian
Maksud di lakukan penulisan ini adalah untuk melihat dan mengetahui komponen kandungan kimia pada buah merah dengan cara mengolah buah merah.
1.3 Tujuan Penenlitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Mengingatkan kepada masyarakat Papua untuk merawat buah merah
ini dengan baik ( tidak disia-siakan ).
b. Mengenalkan kepada masyarakat apakah buah merah itu.
c. Memberikan informasi kepada masyarakat manfaat dari buah merah.
d. Mengingatkan kita betapa berharganya kesehatan itu.
e. Mengingatkan kandungan kimia yang berada dalam buah kepada produsen
penjualan air buah merah.
f. Mengingatkan kita betapa banyaknya obat alami di alam sekitar kita yang belum
dimanfaatkan dengan baik.

1.4 Manfaat dan Kegunaan
a. Menyimak manfaat buah merah
b. Menemukan cara memanfaatkan buah merah
c. Mengetahui Komponen kandungan kimia dalam sari buah merah
d. Mengetahui pentingnya hidup sehat
e. Mengetahui keampuhan buah merah bagi penyakit ganas.



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengenalan Buah Merah
Buah merah (Pandanus conoideus) atau yang dikenal luas di Nabire dengan nama Biih Utaa adalah tanaman asli Papua yang tumbuh di dataran rendah (40 m dpl) sampai dataran tinggi (2.000 m dpl). Namun populasi terbanyak terdapat di dataran dengan ketinggian 1.200 hingga 2.000 m dpl. Buah merah biasa tumbuh bergerombol dalam satu area, jarang tumbuh menyendiri. Buah merah tumbuh di daerah dengan suhu di bawah 17 oC dengan curah hujan rata-rata 186 mm per bulan dan jumlah penyinaran matahari 57% dan tekanan udara rata-rata 896 mb. Tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dgn pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 m dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5 sampai 8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah. Kultivar buah berbentuk lonjong dgn kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah maroon terang. Walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yg berbuah berwarna coklat dan coklat-kekuningan. Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya tersebut mendapatkan penghargaan lingkungan hidup Kehati Award 2002. Buah merah sudah secara turun-temurun dikonsumsi oleh masyarakat Papua sebagai penambah energi dan daya tahan tubuh.
2.2. Cara Memilih Buah Merah
Sebenarnya buah merah yang patut di konsumsi oleh maysarakat kita ialah buah merah yang produksi langsung dari Papua. Sebab kandungan tertinggi seperti alkaloid, fenol dan glikosida dsb biasaya terdapat pada buah merah yang tumbuh di Pegunungan dengan ketinggian sesuai , yang mana saat ini hanya di temukan di Pegunungan Nabire
Ciri dari buah merah yang berkasiat ialah buah merah yang telah matang dan bentuknya kurang lebih membentuk semacam lampu, buah merah yang demikan yang memang benar-benar berkhasiat.
Foto Buah merah.






2.3 Habitat
Berbicara habitat, memang banyak dari para produsen saat ini berlomba-lomba mencari daerah habitat buah merah di luar papua dengan mengkesampingkan mutu.
Berdasarkan survei ada beberapa produsen besar yang mana untuk mendapatkan buah merah ini, mereka khusus mendatangkan kapal dan mulai untuk memanen buah merah secara massal dan besar-besaran dari sekitar halmahera utara dan sekitarnya.
Namun upaya ini sebenarnya merupakan langkah bunuh diri bagi perusahaan yang bersangkutan, sebab pada habitat buah merah yang diambil dari daerah pesisir , tidak mengandung senyawa-senyawa antioksidan yang terbukti saat ini , berpotensi untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Sehingga jelas bahwa orientasi perusahaan yang demikian memang hanyalah pada margin keuntungan dengan menomorduakan kualitas. Bahkan saat kami tanya pada penduduk setempat mengenai kegunaan buah tersebut, banyak dari mereka mengatakan bahwa buah merah tersebut , selama ini hanya dijadikan sebagai komoditas untuk bahan baku pewarna, namun karena permintaan dari produsen maka tidak ada alasan bagi mereka untuk memanen buah merah tersebut untuk para produsen.
Tetapi yang mengherankan adalah justru banyak dari konsumen yang lebih membeli harga dari pada membeli kualitas, padahal konsumen yang demikian tidak ubahnya dengan membeli pewarna merah dengan harga yang cukup mahal (hati hati dengan produk yang tidak jelas, karena kesalahan dalam proses pembuatan minyak buah merah dapat menyebabkan efek samping berupa alergi, gatal gatal, dan gangguan pencernaan).
2.4. Kemurnian Produk
Dengan menjamurnya produsen Sari Buah Merah terutama dikota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bogor dan Bandung, sulit untuk menentukan mana produksi yang benar berkualitas, murni dan terjamin keasliannya. Kemasan botol gelas yang lux bukanlah jaminan produk tersebut murni. Janganlah cepat percaya kata-kata asli, sebelum membeli dalam jumlah besar cobalah untuk membeli ukuran kecil dan buktikan kemurniannyadengancara :Menyimpan di almari es (bukan frezzer)
Bila memang ternyata membeku, maka jelas produk yang anda beli di campur minyak goreng/minyak zaitun/atau zat lain, Ada yang mengatakan buah merah bagus bila di campur dengan minyak zaitun, padahal pencampuran buah merah dengan bahan lain seperti minyak goreng menjadikan campuran tersebut menjadi minyak jenuh.
Secara umum penyampuran tersebut dapat berbahaya khususnya bagi penderita asma, sirosis, gangguanparu-paru.
MenelitidenganMenyinari
Bila dilihat dengan menyinar sari buah merah yang murni jernih dan tembus pandang. Bila cairan mengandung campuran, saat kita senter botol tidak akan terlihat tembus pandang, banyak serat atau pasta. Sisa pasta ini menyebabkan buah merah cepat membusuk, seperti halnya buah mengkudu atau noni yang harus di habiskan dengan segera. Untuk buah merah murni pada umunya lebih lama masa pembusukannya. Perhatikan juga adanya Expiry Date pada botol untuk menunjukkan masa berlaku produk tersebut.
Meneliti Melalui Aroma
Untuk Sari Buah Merah asli biasanya aroma seperti wijen akan tercium kuat ini penting dicek sebab diantara kelima perusahaan yang menerima Depkes, ada yang aroma wijennya sedikit (kemungkinan ada zat aditif untuk menambah jumlah). Disamping itu minyak sari buah merah viskositasnya lebih rendah dari minyak goreng (minyak goreng terlihat lebih kental)

Generalisasi
Kandungan Zat berkhasiat yang terdapat di dalam buah merah merupakan hal terpenting saat anda membeli suatu produk. Untuk itu disarankan untuk membeli produk yang benar-benar diproduksi di Papua/dikemas dan dibotolkan di Papua karena proses
yang dilakukan di tempat lain (di Jakarta dll) akan menambah kemungkinan tidak murninya SariBuahMerahyang kita beli.



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.Metode Penelitian
Dalam menyelesaikan Makalah ini penulis memakai metode penelitian yang menggunakan studi pustaka yaitu mencari sumber dari bacaan ( Majalah, Buku, Artikel, Koran, Telaa pustaka,dan Media Elektronik (Internet).
3.2 Cara Mengolah Buah Merah
Cara mengolah buah merah hingga menjadi obat tidaklah sulit. Setelah dicuci hingga bersih, buah merah dibelah dua untuk dibuang getahnya. Setelah itu, buah direbus dalam air sekitar satu jam atau sampai buah mengeluarkan cairan merah seperti tinta jika ditekan – tekan kulitnya. Jika sudah demikian, buah sudah bisa diremas – remas untuk mendapatkan cairan merahnya. Cairan merah ditampung dalam sebuah gelas dan siap diminum. Mengonsumsi buah merah ini secara rutin diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit ganas.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Zat-zat komponen kimia yang terkandung pada buah merah
Sampai saat ini senyawa kimia yang terkandung di dalam sari buah merah masih tidak seragam, terutama tokoferol dan betakarotennya. Beberapa sampel sari buah merah yang diteliti menunjukkan kadar kandungan tokoferol dan betakaroten yang berbeda-beda. Jumlah kandungan dua senyawa ini dipengaruhi oleh tempat tumbuh tanaman dan proses pembuatannya. Tokoferol dan betakaroten yang tinggi diperoleh dari buah yang berasal dari tanaman dataran tinggi dan melalui proses pemasakan yang benar. Proses pemasakan dengan pemanasan tinggi dan waktu lama akan menurunkan dua kandungan tersebut. Kandungan senyawa kimia ini juga dipengaruhi oleh jenis buah merah tersebut. Dipedalaman Papua sendiri bisa ditemukan paling sedikit 14 jenis atau varietas tanaman buah merah.
a) Senyawa antioksidan
Senyawa antioksidan buah merah tergolong tinggi. Lihat saja, dari 12.000 ppm total karotenoid, sebanyak 700 ppm di antaranya berupa betakaroten. Sedangkan tokoferol mencapai 11.000 ppm. Dengan begitu buah merah memiliki efek antikanker yang kuat
b) Betakaroten
Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri sehingga aliran darah, baik ke jantung maupun ke otak, bisa berlangsung lancar, tanpa sumbatan. Ia juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh karena interaksi vitamin A dengan protein (asam – asam) amino yang berperan dalam pembentukan antibody.
c) Tokoferol
Tingginya vitamin E – nama lain tokoferol – hanya dapat ditandingi oleh zaitun. Senyawa itulah benteng pertahanan terhadap serangan penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, darah tinggi, dan kanker. Fungsi tokoferol ibarat pemadam kebakaran yang mematikan serbuan radikal bebas dan menetralisir kolesterol dalam darah. Bersama – sama sel limfosit dan mononuklear, senyawa aktif itu memperbaiki sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi modoritas dan moralitas sel tubuh. Ia pun membantu pembentukan sel – sel baru untuk menggantikan sel – sel rusak atau tua. Tokoferol menurunkan kadar LDL – kolesterol dan meningkatkan kadar HDL – kolesterol, ia membantu hati memproduksi asam – asam empedu dan hormon – hormon penting.
d) Asam lemak
Asam lemak dalam buah merah juga merupakan antibiotik dan antivirus alami yang kuat. Mereka aktif melemahkan dan meluruhkan membran lipida virus serta mematikannya, ia efektif menghambat dan membunuh beragam strain virus, termasuk
virus hepatitis yang merusak sel hati., ia juga terbukti menghambat dan membunuh sel – sel tumor aktif
4.1.2 Kandungan Komponen Kimia Pada Buah Merah
a. Daftar kandungan senyawa aktif komponen kimia pada buah merah
Berikut ini adalah daftar kandungan senyawa aktif asam amino dalam sari buah merah.
Tabel 1. Komposisi Kandungan Kimia
No Kandungan Senyawa Aktif Sari Buah Merah Jumlah Kandungan
1 Total Karotenoid 12.000 ppm
2 Total Tokoferol 11.000 ppm
3 Betakaroten 700 ppm
4 Alfa tokoferol 500 ppm
5 Asam oleat 58 %
6 Asam linoleat 8,8 %
7 Asam linolenat 7,8 %
8 Dekanoat 2,0 %

Tabel 2. Daftar komposisi gizi pada buah merah
No Daftar koposisi gizi per 100 gr Buah merah Kandungan gizi
1 Enegi 396 kalori
2 Protein 396 kalori
3 Lemak 28.100 mg
4 Serat 20.900 mg
5 Kalsium 54.000 mg
6 Fosfor 30 mg
7 Besi 2,44 mg
8 Vitamin B1 0,90 mg
9 Vitamin C 25,70 mg
10 Nialin 1,8 mg
11 Air 34,90 %

4.1.3 Pembahasann
Berdasarkan Tabel penelitian analisis komponen kimia yang di lakukan, Buah merah mengandung komposisi gizi lengkap. Dan buah merah pun memiliki zat-zat aktif seperti Betakaroten, Tokoferol,dan sejumlah asam lemak esensial. Selain itu buah merah juga mangandung Vitamin dan mineral esensial yang cukup lengkap. Diantaranya; Fosfor,Besi,Vitamin B1, Vitamin C , dan Nialin. Kandungan energi cukup tinggi,mencapai 400 kalori/100 gram.
Dari analisis kimia yang dilakukan Maka di peroleh hasil bahwa, buah merah mengandung komposisi gizi lengkap. Ia memiliki zat – zat aktif seperti betakaroten, tokoferol, dan sejumlah asam lemak esensial. Selain itu buah merah juga mengndung vitamin dan mineral esensial yang cukup lengkap. Di antaranya kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin C, dan nialin. Kandungan energi cukup tinggi, mencapai 400 kalori / 100 gram daging buah.

BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang di lakukan dapat di lihat bahwa pada buah merah banyak mengandung kandungan kimia terutama Betakaroten, Tokoferol, Senyawa Anti Oksidan, dan Asam lemak. Dan asam amino yang terdapat pada buah merah adalah asam amino esensial.
Jadi buah merah bisa di manfaatkan sebagai obat dari berbagai penyakit seperti:
1. Korestrol
2. Reumathik
3. Asam urat
4. Sakit maag
5. Asma
6. HIV AIDS

DAFTAR PUSTAKA

Search Google http// www Papua Online. Com. Penentuan Komponen Kimia Pada Buah
Merah. Akses tgl 3 Mei, 2008, Jam 19 :25 Wit.
Search Google http// www. Kabar Papua. Penentuan Komponen Kimia Dan Kandungan
Gizi Pada Buah Merah. Diakses tgl 19 Juli,2008 pukul 20 : 21 Wit di Makassar.
Sudarmadji, S., dkk,1989, Analisa Bahan Makanan Dan Komponen Kandungan Kimia.
Liberty, Yogyakarta.






DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN Halaman

1.1. Latar Belakang…………………………………………………………... 1
1.2. Maksud………………………………………………………………….. 2
1.3. Tujuan……………………………………………………………………. 2
1.4. Manfaat………………………………………………………………….. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4
2.1.Pengenalan Buah Merah…………………………………………………. 4
2.2. Cara Memilih Buah Merah………………………………………………. 4
2.3.Habitat…………………………………………………………………….. 5
2.4. Kemurnian Produk……………………………………………………….. 6
BAB III METODE PENELITIAN 7
3.1.Metode Penelitian………………………………………………………….7
3.2 Cara mengolah Buah Merah……………………………………………... 7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 8
4.1.1.Zat-zat komponen kimia yang terkandung pada buah merah………… 8
a.senyanwa anti oksida……………………………………………… 8
b.Betakaroten……………………………………………………….. 8
c. Tokoferol………………………………………………………… 9
d.Asam lemak………………………………………………………. 9
4.1.2 Kandungan Komponen Kimia Pada Buah Merah…………………… 10
Tabel 1. KomposisiKandungan Kimia……………………………………. 10
Tabel 3. Daftar komposisi gizi pada buah merah……………………………11
4.1.3 Pembahasan …………………………………………………………. 11
BAB V KESIMPULAN 12
Kesimpulan……………………………………………………………………… 13
DAFTAR PUSTAKA 14








ANALISIS KOMPONEN KANDUNGAN KIMIA PADA BUAH MERAH
(Pandanus Conoideus. Lam)



Oleh

Yusuf Pekei
H31 106 205















JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERTSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar